Kapan Usia Terbaik Pria Untuk Punya Anak?

Usia yang tepat bagi perempuan untuk hamil sudah sering menjadi topik pembahasan dan diperdebatkan, tapi sangat sedikit yang membahas tentang usia yang tepat bagi pria untuk menjadi seorang ayah. Ya, para pria harus menyadari fakta bahwa usia yang tepat sangat penting dalam menghasilkan anak yang sehat. Sebuah penelitian mengklaim, bahwa perempuan yang memiliki pasangan yang berusia di atas 40 tahun, umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil.

Tetapi, perempuan yang memiliki pasangan berusia sekitar 25 tahun punya peluang lebih besar untuk dapat hamil lebih cepat. Berikut ini lebih banyak fakta.

1. Tingkat testosteron Begitu seorang pria melewati usia 30 tahun, kadar testosteronnya terus menurun 1% setiap tahunnya. Efeknya tentu saja menurunkan produksi sperma.

2. Kualitas Sperma Begitu pula dengan kualitas sperma yang akan mulai menurun setelah usia 35 tahun. Motilitas atau pergerakan sperma juga akan terpengaruh.

3. Motiltas Kualitas, motilitas, dan kesehatan sperma dalam kondisi sempurna sebelum usia 25 tahun. Kualitas turun ke titik terendah setelah usia 55 tahun. Pada saat itu, pria dapat kehilangan kekuatan reproduksinya hampir 50%.

4. Kebiasaan Gaya Hidup Selain usia, apa lagi yang bisa memengaruhi kesehatan reproduksi pria? Kebiasaan seperti merokok, kurang gizi, mengenakan pakaian dalam yang ketat, dan insomnia juga perlahan bisa memengaruhi tingkat kesuburan pria. 5. DNA Setelah usia 30 tahun, kadar testosteron dalam tubuh mulai menurun setiap tahun. Selain itu, mutasi dalam DNA bisa terjadi setelah usia 35 tahun. Jadi, lebih baik merencanakan untuk memiliki anak jauh sebelum tahap-tahap tersebut.

Usia yang Tepat Jadi, berapa usia yang tepat bagi seorang pria untuk menjadi seorang ayah? Meskipun periode antara usia 22 hingga 25 tahun dalam kondisi baik, sebagian besar pria mungkin masih berada di awal karier dan belum mapan pada usia itu. Jadi, masa antara usia 28-30 tahun bisa menjadi waktu terbaik bagi seorang pria untuk menjadi seorang ayah. Pasalnya, setelah usia 30, produksi sperma dan kualitas sperma akan mulai menurun.

Sumber: Kompas.com
Editor : Bestari Kumala Dewi