Kepala BKKBN Provinsi Maluku Menghimbau Agar Tunda Kehamilan Bagi Pasangan Usia Subur Ditengah Pandemi Covid-19

Ambon – Sesuai dengan Intruksi yang di sampaikan Oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (disingkat BKKBN) Hasto Wardoyo meminta masyarakat menunda kehamilan di tengah pandemi Covid-19.

Maka dengan Langkah Sigap hal yang sama di berlakukan oleh BKKBN Provinsi Maluku untuk menjalankan inturksi tersebut sesuai dengan regulasi yang sudah menjadi Penetapan dari BKKBN Pusat

Dra. Renta Rego Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku ketika di temui dalam ruang kerjanya. Selasa (05/05/2020) beliau menjelaskan bahwa untuk mengatur secara teknis  Penundaan Kehamilan di tengah Pandemi Covid-19  adalah kewenangan dari Kabupaten/Kota, tetapi kemudian arahan serta himbauan selalu kami upayakan agar program Keluarga Berencana (KB) itu bisa berjalan secara Efektif kepada Masyarakat.

Untuk itu setiap saat kita nelakukan pertemuan secara Virtual yang kami lakukan melalui program Sisco webex bersama OPD KB kabupaten Kota dan Juga bidan serta  petugas Lapangan  pelayanan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) untuk memberikan informasi-informasi trntang  pelayanan Program KB di masa pandemi covid 19.

Harapannya sendiri terkait dengan intruksi dari Kepala BKKBN pusat untuk menunda Kehamilan di tengah Pandemi Covid-19 adalah langkah bijak yang di ambil untuk menjaga keseimbangan supaya pasangan usia subur ini tidak hamil.

Perlu di ketahui sesuai dengan penyampaian  Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG Bawa “dampak mewabahya covid-19  ini sangat berpengaruh terhadap rentanya terjadi kehamilan yang tidak di inginkan (KTD) yang dikarenakan adanya penurunan jumlah pelayanan KB secara nasional dari masing-masing jenis alat obat kontrasepsi (alokon). Hal ini dindikasi bahwa Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan kontrasepsi tidak bisa mengakses layanan kontrasepsi di faskes dan menunda ke faskes selama Covid-19 jika tidak dalam kondisi gawat, karena adanya kekhawatiran PUS yang memerlukan kontrasepsi tertular Covid-19”.

“Selain itu, Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap orang dengan sistem imun lemah, seperti Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang sangat rentan tertular Covid-19, ” Pungkasnya tutup. (**)

 

sumber: suarapaparisa.com