DPPKB Kota Ambon Sosialisasi Atur Jarak Kehamilan Pada Masa Pandemi

Ambon –Pemerintah Kota AmbonĀ  lewat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon kembali melakukan pembayaran insentif bagi para kader Posyandu. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Ir. Juliana W Patty.

“Selama 2 (dua) hari kita membayar insentif kader Posyandu di Kota Ambon. Mekanisme pembagian dilakukan oleh 4 (empat) tim dari Dinas BBPK Kota Ambon. Dan pembagian ini dilakukan di 4 (empat) Kecamatan yaitu Nusaniwe, Sirimau, Baguala dan Teluk Ambon sementara Leitimur Selatan tidak memiliki Kelurahan jadi akan dibayarkan oleh pihak Pemerintah Negeri melalui anggaran Dana Desa (DD),” akunya.

Dikatakan Patty, secera serempak tim turun ke lapangan untuk membagikan insentif sesuai dengan arahan Wali Kota Ambon jemput nola di lapangan.

“Dalam hal ini kita mengikuti arahan Pak Wali Kota untuk menjemput bola dengan turun ke lapangan melakukan pembagian insentif secara serempak pada 4 Kecamatan. Pembayaran operasional atau insentif para kader Posyandu ini akan dibagikan untuk 6 (enam) bulan yang dimulai dari bulan Januari hingga Juni 2020. Masing-masing kader dibayarkan sebesar 600 ribu rupiah. Karena dihitung mulai dari bulan Januari hingga Juni 2020 dimana per bulan mereka mendapat 100 ribu rupiah,” papar Patty.

Menurut wanita cantik ini, mengingat masa pandemi Covid-19, masyarakat dianjurkan agar tidak berkerumun dan harus keluar rumah. “Oleh sebab itu, kita lakukan seefektif dan seefisien mungkin yaitu dibagi per Kecamatan sehingga tidak terjadi penumpukan orang. Pembagian juga harus secepat mungkin menghindari berbagai kemungkinan lain,” tandasnya.

Pembagian Alat Kontrasepsi secara simbolis kepada Kader Posyandu & PPKBD

Patty menjelaskan selain pembagian insentif, pihaknya juga melakukan sosialisasi bagaimana mengatur jarak kehamilan dalam saat pandemik ini.

“Kita mengarahkan para kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya para ibu untuk mengantisipasi dan mengatur jarak kehamilan. Nah sesuai dengan arahan dari BKKBN Pusat, kita membagikan juga alat kontrasepsi kepada para Pembantu Penyuluh KB Desa (PPKBD) untuk disalurkan kepada para ibu. Kebijakan ini dilakukan mengingat masa pandemi, memudahkan para ibu untuk mendapatkan alat kontrasepsi dari PPKBD, sehingga para ibu tidak lagi datang ke puskesmas,” jelas wanita berkacamata ini.

Pembagian Alat Kontrasepsi kepada para ibu

Dengan alat kontrasepsi kondom dan pil yang dibagikan oleh para kader PPKBD di tiap Desa Kelurahan, dirinya berharap agar para ibu dapat memfungsikan secara baik dan bijaksana.

“Masa pandemi ini, terus terang saja semua orang dianjurkan tinggal di rumah. Nah, ada saja yang dapat terjadi saat berada di rumah. Karena itu, kondom dan pil harus digunakan minimal untuk mengatur jarak kehamilan atau bahkan untuk mengatisipasi kehamilan. Sekarang ini alat kontrasepsi kondom juga telah digunakan oleh kaum bapak. Jadi bukan lagi menjadi barang yang tabu,” tegasnya.

Sementara itu, bagi para ibu yang memang urgen dalam pemasangan implan, pihaknya menyediakan tim medis untuk melakukan pemasangan. “Pemasagan impan ini hanya bag para ibu yang memang urgen.Kita lengkapi para medis dengan APD lengkap untuk membantu memasang implan. Ini merupakan salah satu protokoler Covid-19 sehingga kita tidak menyalahi aturan,” tambahnya.

Rego : Tidak Perlu Khawatir Gunakan Alat Kontrasepsi

Dalam kesempatan pembagian insentif kepada kader Posyandu tersebut dihadiri juga oleh Kepala Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego.

Rego menambahkan, dalam masa pandemi ini, diharapkan para kader Posyandu dapat memberikan sosialisasi kepada para ibu untuk menjaga jarak kehamilan.

“Alat kontrasepsi ini harus digunakan untuk mengatur jarak kehamilan atau mengantisiapsi kehamilan dalam masa pandemi sehingga kemudian tidak setiap saat berurusan dengan puskesmas atau rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan. Bagi ibu yang sementara hamil juga harus memiliki imun tubuh yang kuat serta stabil. Kita berharap pesan ini dapat tersampaikan ke masyarakat lewat para kader Posyandu maupun PPKBD di seluruh Kota Ambon,” tandas Rego.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Drs. Renta Rego

Ditambahkan pula, para ibu tidak perlu takut atau khawatir untuk menggunakan alat kontrasepsi pil.

“Tidak perlu takut, khawatir atau ragu menggunakan pil karena ini sangat aman, yang terpenting minum rutin sesuai petunjuk. Niscaya selain membantu para ibu mengatur jarak kehamilan, juga sudah membantu program BKKBN Pusat maupun daerah dalam hal menggunakan alat kontrasepsi,” jelasnya.Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon dan Kepala Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memberikan bantuan alat kontrasepsi kepada para kader Posyandu dan PPKBD secara simbolis untuk diteruskan kepada masyarakat terutama para ibu di Posyandu masing-masing. (MT-01)

Sumber: mollucastime.com