Tips Bagi Keluarga “Survive” Jalani New Normal

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) sangat mengapresiasi upaya-upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam implementasi Program Bangga Kencana di wilayah DKI Jakarta pada era new normal ini. Hasto mengatakan bahwa DKI Jakarta sudah memetakan RW mana yang merah, hijau dan seterusnya. Hal ini sangat dibutuhkan dalam implementasi Program Bangga Kencana karena tentunya akan sangat mempengaruhi protokol dan tata cara dalam pemberian layanan dan juga Komunikasi, Informasi, dan Edukasi terkait program Bangga Kencana kepada masyarakat, tambah Hasto saat memberikan paparan pada acara webinar “Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) menuju Keluarga Bahagia di Era New Normal” melalui aplikasi daring Zoom (17/06).

Pemberian pelayanan KB di suatu desa dengan kota harus menggunakan cara dan pendekatan yang berbeda karena karakter daerah dan masyarakat masing-masing sangat berbeda. Di DKI Jakarta misalnya, Hasto berharap unmet need di DKI Jakarta bisa segera diatasi karena DKI Jakarta merupakan daerah yang sangat mudah dijangkau dan mempunyai kader-kader dasawisma yang bisa diberdayakan untuk keberhasilan program Bangga Kencana ini.

Tugas BKKBN adalah tribina yaitu Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKR). Di masa pandemi ini, 3 hal ini sangat penting sekali karena berkaitan dengan stunting. Dimana angka stunting sekarang masih 27,7%. Sedangkan target stunting di Indonesia pada tahun 2024 adalah sebesar 14%. Hasto menjelaskan bahwa pentingnya mempersiapkan kehamilan 75 hari sebelum terjadinya kehamilan harus benar-benar diperhatikan para Pasangan Usia Subur (PUS) apalagi pada masa situasi pandemi sekarang. Menurutnya, sperma diciptakan 75 hari sebelum hubungan suami istri. Maka apabila ingin mendapatkan keturunan yang baik persiapkan sperma dengan sebaik-baiknya 75 hari sebelum merencanakan kehamilan dengan berhenti merokok, tidak berendam di air hangat, makan makanan yang mengandung zink, dan bagi perempuan cukup dengan cara pemeriksaan laboratorium juga makan makanan yang mengandung asam folat. Sehingga setidaknya apabila bibit sperma dan telur sudah baik bisa mencegah terjadinya stunting di kemudian hari.

Begitu pentingnya peran keluarga sebagai pendidik pertama dan utama bagi masing-masing anggota keluarganya pada masa pandemi Covid-19. “Pandemi ini telah mengarahkan kita untuk kembali lagi kiprahnya di keluarga. Kembali arahnya kepada lingkup yang paling kecil. Setiap usaha-usaha dilakukan di lingkup keluarga. Bahkan banyak sekali istilah-istilah yang selama ini hanya menjadi slogan itu menjadi kenyataan. Kebersihan adalah sebagian dari iman sekarang kita jalankan bukan hanya slogan. Kemudian orang tua adalah pendidik pertama dan untama sekarang itu kita hadapi,” jelas Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta sekaligus Parent Educator Fery Farhati, S.Psi, M.S pada kesempatan yang sama.

Namun di era New Normal ini untuk membentuk keluarga yang berketahanan dan sejahtera merupakan suatu yang harus dilakukan agar masing-masing anggota keluarga bisa tetap sehat, sejahtera, produktif, dan bahagia. Implementasi program Bangga Kencana khususnya program Keluarga Berencana sempat mengalami gejolak karena pandemic Covid-19. Namun pemerintah baik pusat maupun daerah seperti DKI Jakarta misalnya terus bergerak cepat mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah upaya-upaya yang dilakukan BKKBN dengan membuat regulasi-regulasi untuk memayungi pelayanan KB era New Normal dengan tetap memperhatikan data-data lapangan. Hasto menjelaskan bahwa sistem pelayanan KB di era New Normal yang dibuat oleh BKKBN meliputi protokol Pelayanan KB, jaminan ketersediaan alokon tingkat faskes/praktek mandiri, penggerakan dan KIE, protokol pendampingan keluarga, dan kolaborasi kemitraan. Sedangkan pada data yang digunakan adalah Data Dinamis Sebaran COVID-19 (Provinsi, Kab/Kota, Desa), Data Sebaran Faskes/ Praktek Mandiri (Kelurahan dan Desa), Data Keluarga, dan Data Dinamis PUS (Kelurahan dan Desa).

Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Ir. Tuty Kusumawati, M.M menjabarkan tips bagi para keluarga agar tetap dapat menjaga ketahanan keluarga di masa pandemic Covid-19 ini. Pertama, fleksibel dalam beradaptasi: adaptasi fisik dimulai dari WFH, belajar dari rumah dan tidak keluar rumah, adaptasi mental psikologi spiritual dilakukan dengan cara mengontrol emosi, meningkatkan rasa syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, mengubah gaya hidup keluarga dengan gaya hidup yang lebih sederhana dengan cara melakukan penghematan semua pengeluaran, masak makanan bersama keluarga, merawat perkarangan, hindari pemborosan, dan sebisa mungkin hindari hutang agar keluarga dapat bertahan hidup. Ketiga, atur waktu dan aktivitas sebaik mungkin, ada kegiatan individu dan ada kegiatan bersama keluarga. Untuk menghilangkan kejenuhan maka ciptakan waktu pribadi untuk kegiatan individu yang disukai dan disepakati bersama. Keempat, menjaga tradisi dan kebiasaan positif keluarga seperti gotong royong, saling peduli, saling menasehati dapat menciptakan ketergantungan, kebersamaan, dan kekompakan keluarga. Kelima, menjaga keeratan dan kelekatan keluarga melalui komunikasi dan interaksi yang baik.

Webinar “Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) menuju Keluarga Bahagia di Era New Normal” dilaksanakan melalui aplikasi daring Zoom dan disiarkan langsung melalui Facebook dan Youtube pada Rabu, 17 Juni 2020. Jumlah peserta yang melihat webinar adalah sebesar 800an orang peserta. Acara ini dibuka oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta sekaligus Parent Educator Fery Farhati, S.Psi, M.S dengan menghadirkan narasumber Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Ir. Tuty Kusumawati, M.M. Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Ir. Tuty Kusumawati, M.M dan dimoderatori oleh Kepala Suku Dinas PPAPP Kab. Adm. Kep. Seribu Rizky Hamid, SE, Ak, M.Si.

 

sumber: bkkbn.go.id