PKB/PLKB Di Maluku Siap Sukseskan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

Ambon- Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sangat berpengaruh terhadap tugas-tugas dari tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di lapangan dalam mensukseskan program Banggakencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana) di Provinsi Maluku.

Untuk itu, webiner dianggap sangat penting dalam memberikan informasi tentang program Banggakencana kepada masyarakat,” kata Drs. Chaky Hans Parera, Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPe-KB) Prov. Maluku melalui telepon selulernya kepada media ini di Ambon, Selasa (23/6/2020). Menurut Parera, akibat Covid-19 maka para petugas PKB/PLKB tidak dapat berkumpul dalam jumlah yang banyak, karena harus mematuhi protokol kesehatan yaitu menjaga jarak fisik/sosial (Physical Distancing atau Social Distancing).

amun demikian, Parera mengakui, di daerah-daerah tertentu ada petugas PKB/PLKB yang bisa melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan cara turun langsung di lapangan menemui masyarakat khususnya Pasangan Usia Subur (PUS).Belum semua petugas PKB/PLKB di daerah ini yang bisa memanfaatkan teknologi IT dalam mensukseskan program Banggakencana. Untuk itu Parera menyarankan, perlu dilaksanakan kegiatan penguatan kapasitas bagi petugas PKB/PLKB di lapangan dalam memanfaatkan teknologi IT, sehingga bisa beradaptasi di jaman millenial ini guna mensukseskan program Banggakencana.

Dikatakan, petugas PKB/PLKB di Prov. Maluku ikut mensukseskan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor” secara nasional dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-27 tanggal 29 Juni 2020. Untuk Provinsi Maluku target “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor” yang harus dipenuhi sebanyak 2.865 akseptor dengan rincian : IUD/Implan 278 akseptor, KB Suntik 769 akseptor dan KB Pil/Kondom 1.818 akseptor, dengan jenis pelayanan KB Baru, KB Ulangan dan KB Ganti Cara dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Pelayanan akan dilaksanakan di Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak fisik/sosial dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang dianjurkan,” ucapnya. Diakui, sepanjang ini ada keluhan dari petugas PKB/PLKB di lapangan karena terbentur dengan fasilitas internet yang belum memadai serta masalah teknis lainnya.

Namun demikian, tidak akan mengurungkan niat baik dari jajaran PKB/PLKB di daeran ini yang hak-hak mereka selalu diperhatikan oleh negara, untuk setia melaksanakan tugas penyuluhan dan pelayanan program Banggakencana di daerah masing-masing dengan baik.(TM)

sumber: tribunmaluku.com