Ketua TP-PKK Maluku Buka Acara Peningkatan Kapasitas Pengelola Proyek Prioritas Nasional Secara Virtual

Ketua TP-PKK Prov. Maluku, Ibu Widya Murad Ismail berkenan membuka dengan resmi kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Proyek Prioritas Nasional (Pro PN), dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Dalam sambutannya Widya Murad Ismail mengatakan, Undang-undang No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Banggakencana menekankan kewenangan BKKBN tidak hanya terbatas pada masalah Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, namun juga menyangkut Keluarga Sejahtera.

Dalam rangka mendukung Nawa Cita ke-5, BKKBN memiliki arah kebijakan yang tertuang dalam Renstra BKKBN tahun 2020-2024, salah satunya yaitu kebijakan peningkatan pembangunan keluarga tentang pemahaman orang tua akan pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan tumbuh kembang balita dan anak, melalui layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang meliputi kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan guna mewujudkan keluarga yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menurut Widya, pembangunan kesehatan dan gizi masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masalah gizi yang ditemukan di Indonesia termasuk di Maluku ialah Stunting yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis.

Hal tersebut dapat terjadi karena masih terbatasnya pemahaman keluarga/orang tua tentang pola pengasuhan yang baik dan benar. Pengasuhan tidak hanya dilakukan ketika anak sudah lahir, tetapi harus dilakukan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan yaitu 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkan sampai berusia 2 tahun, agar orang tua dan keluarga dapat meminimalisir faktor risiko 1000 Hari Pertama Kehidupan.

1000 HPK merupakan periode sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat parmanen dan tidak dapat dikoreksi.

Oleh karenanya, peningkatan upaya promotif dan preventif dalam rangka perbaikan gizi melalui optimalisasi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadi hal yang penting dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan fisik (gizi) dan mental ibu serta bayi selama masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Mengingat begitu pentingnya 1000 HPK bagi masa depan anak, maka orang tua dan keluarga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pengasuhan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegelola Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) saat ini merupakan program pemerintah pusat, yang terintegrasi dengan pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota dalam menangani penurunan angka stunting di Provinsi Maluku.

Kegiatan ini sangat penting dan strategis sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga pengelola Pro PN yang terdiri dari OPDKB, Penyuluh Keluarga Berencan dan Kader Bina Keluarga Balita, dalam melakukan tindakan preventif terjadinya anak stunting sehingga dapat memaksimalkan tenaga pengelola Pro PN.

Untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat dalam rangka mensosialisasikan fungsi keluarga dalam pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, melalui pengasuhan 1000 HPK dengan memenuhi kebutuhan dasar anak antara lain Asah, Asih dan Asuh.

Dikatakan, saat ini masih banyak ditemui ibu hamil dengan resiko tinggi, banyak keluarga yang memiliki anak stunting, banyak yang tidak ingin punya anak tapi tidak ber KB (Unmet neet).

Untuk itu, Ketua TP-PKK Prov. Maluku meminta, keluarga harus memperhatikan jarak kehamilan satu dengan kehamilan berikutnya, dengan menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD, Implant, MOW, MOP) karena kelahiran dengan usia yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu banyak, menyebabkan resiko kematian ibu dan bayi serta dapat mempengaruhi terjadinya stunting dan persoalan lainnya.

Upaya penurunan stunting dapat tercapai jika ada komitmen dan dukungan serta kerja sama antara pemangku kepentingan dengan mitra kerja terkait, termasuk OPDKB Kabupaten Maluku Tenggara.

”Saya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Pro PN saat ini, semoga melalui kegiatan ini bapak/ibu OPDKB, PKB/PLKB dan Kader BKB selaku pengelola Pro PN dapat berpartisipasi, untuk mempromosikan KIE 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki anak usia 0-2 tahun, melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) diwilayah kerja masing-masing,” katanya.

Diharapkan, penyuluhan yang dilakukan oleh PKB/PLKB maupun kader BKB mampu merubah perilaku kelurga baduta dan ibu hamil, untuk menerapkan pengasuhan 1000 HPK dalam rangka penurunan stunting, agar generasi emas, generasi yang berkualitas, dapat diwujudkan di kabupaten Maluku Tenggara.

Sumber : Neima Nurjannah, SE / Pranata Humas Ahli Madya, BKKBN Provinsi Maluku.