Kaper BKKBN Maluku Hadiri Kegiatan FGD dan Pembentukan PIK-R di Desa Klis

Moa – Dalam rangka kunjungan kerja Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego di Kabupaten Maluku Barat Daya, berkesempatan menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) serta kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Desa Klis, Kec. Moa Kab. MBD.

Kegiatan tersebut di buka dengan resmi oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Maluku Barat Daya, Eduard S. Davidz, ST. M.Eng.

Hadir pada kegiatan itu masing-masing Kepala Kecamatan Moa, Kepala UPTD Dinas Pendidikan, PKK, Kepala Desa Klis, tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh Pemuda, masyarakat serta Remaja di Desa Klis.

Desa Klis sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), sehingga dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego dalam arahannya mengatakan, Remaja sebagai generasi penerus agent of changed memiliki peran yang sangat strategis dalam konteks pembangunan manusia.

Sebagai aset daerah, bangsa dan negara, keberadaan dan kehidupan para remaja patut diisi dengan aktifitas positif yang dapat meningkatkan kualitas diri mereka.

Program Pembinaan Ketahanan Remaja yang diusung BKKBN di desain menjadi bagian dari kebijakan Pembangunan Keluarga yang sesuai dengan Siklus Hidup.

Tujuannya, untuk menyiapkan: (1) Remaja sebagai calon penduduk usia produktif agar mampu menjadi aktor/pelaku pembangunan; serta (2) Remaja sebagai calon orang tua agar mampu membangun keluarga berkualitas sehingga melahirkan generasi yang juga berkualitas.

Kaper BKKBN Maluku, Dra. Renta Rego saat memberikan arahan pada kegiatan FGD dan PIK-R di Desa Klis.
Kaper BKKBN Maluku, Dra. Renta Rego saat memberikan arahan pada kegiatan FGD dan PIK-R di Desa Klis.

Sasaran utama program Bangga Kencana saat ini adalah generasi Millenials dan Zillenials. Generasi-generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980 – 2000an.

Menurut Renta, para remaja atau Millenials dan pasca Millenials menjadi istimewa karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan konsep diri, konsep hidup dan tata cara mereka membentuk, menentukan ukuran (jumlah) serta mengelola keluarga agar menjadi keluarga yang berkualitas.

Mereka adalah generasi yang mau menerima sesuatu jika hal tersebut relevan dengan mereka dan dianggap mempunyai manfaat serta menguntungkan untuk hidup mereka.

“Mereka juga merupakan Generasi emas dimana generasi yang pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia antara 35-54 tahun,” ucapnya.

Generasi ini akan berada pada usia produktif sehingga menjadi penerus bangsa Indonesia. Generasi emas nantinya diharapkan menjadi generasi yang cerdas komprehensif yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.

Generasi emas disemai melalui pembangunan karakter dengan pembangunan keluarga yang menggunakan pendekatan siklus kehidupan.

Dikatakan, saat ini BKKBN melaksanakan kegiatan sosialisasi penyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja, dengan tujuan untuk menghasilkan generasi remaja yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini remaja di ajak untuk dapat merencanakan, mempersiapkan dan melewati lima transisi kehidupan remaja yaitu : Mempraktikkan hidup bersih dan sehat, Melanjutkan pendidikan, Memulai berkarir, Menjadi anggota masyarakat yang baik, serta Membangun keluarga yang berkualitas.

Oleh karena itu, dalam pembinaan Remaja, para remaja ditingkatkan pengetahuan dan pemahamannya oleh teman sebayanya (pendidik sebaya) yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Dengan pengetahuan dan pemahamannya tersebut diharapkan mereka akan terhindar dari perilaku-perilaku berisiko seperti pernikahan dini dan pernikahan anak, seks pra nikah, penyalahgunaan NAPZA, dll.

Kelompok PIK Remaja diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi.

“Kepada generasi muda yang merupakan harapan bangsa di masa depan, rencanakanlah segala sesuatu dengan baik untuk masa depan karena hari ini akan menentukan masa depan kita,” ajaknya.

“Karena apa yang dilakukan sekarang ini akan kita nikmati di masa depan. Karena itu selalu diingat : (1) Jangan menikah muda; (2) Hindari seks pranikah; (3) Jangan mengonsumsi napza,” tambahnya.

Sumber : Marthin Manuputty, S.Sos, Pranata Humas Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.