Prof. Damanik : Keluarga Jadi Isu Utama Di Banyak Negara

Ambon –  Pembangunan keluarga menjadi isu utama di banyak negara termasuk Indonesia, yang jumlah pendududknya saat ini kurang lebih 267 juta.

Keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat. Jika keluarga itu baik maka masyarakat itu pun akan baik, tetapi jika keluarga itu tidak baik maka masyarakatnya akan terkena imbas dari pada kondisi keluarga yang tidak baik tersebut.

Tahun 1990 Total Fertility Rate (TFR) Indonesia sudah mencapai 3,6 namun saat ini program BKKBN terus berupaya untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia, sehingga TFR Indonesia pada tahun 2018 kemarin sudah berada pada 2,4.

Artinya, seorang wanita melahirkan atau memiliki keturunan 2 sampai 3 anak saja bersiklus reproduksinya 2,4,” kata Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, Deputi Pelatihan Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Pusat, di Ambon, Rabu (13/11/2019).

Menurut Prof. Damanik, Pemerintah sadar betul bahwa kita tidak ingin seperti halnya yang terjadi di negara Jepang, dimana struktur penduduknya sekarang didominasi oleh manula lanjut usia, juga seperti di negara-negara eropa yang kekurangan generasi mudanya sehingga angkatan kerjanya harus didatangkan dari luar.Indonesia memiliki kebijakan strategi bahwa TFR ini akan dipertahankan untuk berada tetap disekitar angka 2,1 dan 2,2.

“Jadi kita tidak akan berdiam diri sampai angka TFRnya dibawah angka 2, untuk kelangsungan suatu bangsa dan negara,” ucapnya. Dikatakan, progam Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) adalah multi dimensi, yang tidak mungkin akan berhasil jika hanya mengandalkan peran dari BKKBN saja.

Jika dilihat piramida kependuduan, maka sebanyak 50 sampai 60 persen berada pada usia produktif atau angkatan kerja 15 sampai 65 tahun.

Dibandingkan dengan angkatan non pekerja yaitu mereka-mereka yang usianya masih anak-anak dan diatas 65 tahun, maka perbandingan (ratio) angkatan kerja lebih besar dari angkatan non bekerja, itu yang di sebut Bonus Demografi. (TM)

Sumber: Tribun Maluku