Depan > Index Berita > BKKBN MALUKU GELAR SOSIALISASI DAN DESIMINASI KEBIJAKAN KETAHANAN KELUARGA DAN PEMBERDAYAAN EKONIMI KELUARGA
BKKBN MALUKU GELAR SOSIALISASI DAN DESIMINASI KEBIJAKAN KETAHANAN KELUARGA DAN PEMBERDAYAAN EKONIMI KELUARGA
Rabu, 24 April 2013

AMBON_bkkbn online : Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku melaksanakan Sosialisasi dan Desiminasi Kebijakan Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga tingkat Provinsi Maluku tahun 2013 di Hotel Imperial Inn Ambon.

Fredy  Kastanya, SE  Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS/PK) mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan dimaksud.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas pengelola kelompok-kelompok Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga  Lansia dan Kelompok UPPKS agar mampu mengakses berbagai sumber daya ekonomi dan menyerap informasi usaha.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 55 orang  yang barasal dari Kabupaten/Kota se-Maluku, dan penceramah dari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya Kastanya katakan, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dimulai sejak janin dalam kandungan, karena pada saat itu proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah berlangsung dalam keseluruhan siklus hidup manusia.

Masa dibawah usia lima tahun (Balita) merupakan periode yang paling kritis karena pada masa tersebut proses tumbuh kembang berlangsung sangat cepat.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional tahun 2011 dari 115.505  kasus NAPZA dimana 51.986 kasus pengguna adalah mereka yang berusia remaja (16-24 tahun), untuk kasus AIDS 49,5 persen diantaranya adalah kelompok usia 20-29 tahun (Kemenkes RI 2011). Jika dikaitkan dengan karakteristik AIDS yang gejalanya baru muncul 3-10 tahun terinfeksi, maka hal ini membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka yang terkena AIDS telah terinfeksi pada usia yang lebih muda.
Permasalahan remaja tersebut sangat komplek dan mengkhawatirkan dan untuk meresponsnya berbagai pendekatan telah dilakukan oleh BKKBN melalui pengembangan program generasi berencana (GenRe).

Menurut Kastanya, program GenRe dilaksanakan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan kepada remja sendiri  melalui  PIK Remaja/Mahasiswa dan pendekatan kepadaa keluarga yang mempunyai remaja melalui  BKR.

Melalui Kelompok BKR setiap keluarga yang memiliki anak remaja saling bertukar informasi dan berdiskusi bersama tentang GenRe, Penanaman nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga, Pendewasaan usia kawin, Seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS dan Ketrampilan hidup.

Kelompok BKR di Maluku telah berkembang di Kabupaten/Kota se Maluku sebanyak 76 kelompok dan jumlah ini perlu dikembangkan dan di bina secara berkesinambungan.
Bina Keluarga Lansia (BKL)  adalah kelompok kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan  pengetahuan dan ketrampilan keluarga yang memiliki lanjut usia dalam pengasuhan, perawatan dan pemberdayaan agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Dikatakan, kegiatan bagi pengelola ketahanan dan pemberdayaan ekonomi keluarga bertujuan agar para peserta menjadi pengelola yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup, agar mereka mampu membina para kader di wilayah masing-masing.

Untuk itu BKKBN membina keluarga dalam bentuk kelompok-kelompok Tribina dan UPPKS bagi peserta KB agar dapat diberdayakan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan keluarga yang  mempunyai balita, remaja dan lansia di atas 60 tahun untuk memberikan pelayanan dan  perawatan bagi  anak, remaja serta lansia.

Jumlah BKB di Maluku 527 dengan jumlah anggota 11.250 keluarga, BKR 502 dengan jumlah anggota 9.435 keluarga, BKL 579 dengan jumlah anggota 957 keluarga dan kelompok UPPKS 490 dengan jumlah anggota 3.400 keluarga dan diharapkan dapat meningkatkan penghasilan keluarga bagi anggota kelompok yang tergabung dalam usaha ekonomi produktif disamping  pembinaan tribina tersebut. (tribun-maluku.com//buchen24)